Makanan Restoran

Masa Depan Ramen Ada di Koreatown L.A.

Saatnya untuk mengakhiri tirani para spesialis tonkotsu. Sudah waktunya untuk menemui generalis ramen!

Dalam beberapa tahun terakhir, penyajian ramen Los Angeles telah didominasi oleh kaldu babi yang kaya. Sementara keajaiban di kota Sawtelle  dengan andalan Tsujita tidak dapat dipungkiri lagi. Ada sejumlah besar tonkotsu yang sudah kuran mengesankan di seluruh kota.

“Itu terlalu membosankan dengan tonkotsu” kata Sandy Han, yang mengelola Saikai Ramen Bar baru di Koreatown bersama suaminya, Jimin Kim.

“Saya percaya inilah saatnya untuk memberikan esensi baru dalam industri ramen”. Kata koki Hiro Masato dari Iki Ramen, yang juga di Korea.

Jadi Iki dan Saikai berjuang melawan tirani spesialis tonkotsu dan merayakan kejayaan menjadi generalis ramen. Dalam melakukan ini, dua restoran menunjukkan kota mereka pada masa depan ramen sebagaimana mestinya dan itu di Koreatown.

Homemade

Iki dan Saikai menyajikan kaldu tonkotsu buatan rumah, tetapi mereka juga melakukan hal lainnya. Iki membuat yuzu shio ramen dengan kaldu ayam yang lebih ringan, tai kakap ramen, dan wagyu ramen. Restoran baru-baru ini menambahkan ramen yang unik dan telah menyajikan ramen vegan tahu-saden. Masato akan segera menambah kembali menu baru ke restoran mereka.

Di Saikai, “Kami mencoba membuat kaldu unik kami, sehingga kami dapat lebih menonjol” kata Han. “Kami memiliki kaldu di setiap kategori menu seperti vegan, ayam, babi, dan sapi. Apa yang ingin kita lakukan adalah membuat setiap kaldu dengan gaya kita, untuk apa yang benar-benar kita sukai. Misalnya, ramen ayam kita ada di antara paitan dan chintan. Ini tidak terlalu krim dan tebal, tapi delight”

Han dan Kim adalah brand ambasador dari Korea, dan ramen daging sapi mereka adalah  resep turun-temurun. Ini soal menu gyukotsu, ramen dengan kuah tulang sapi  yang berasal dari prefektur Tottori Jepang. Penduduk Korea telah memperhatikan bahwa kaldu sumsum tulang juga memiliki banyak kesamaan dengan seolleongtang(sup tulang sapi Korea). Tampilannya berupa daging iga pendek di atas ramen dibumbui seperti bulgogi. Sebuah cabai panggang, yang dapat Anda iris halus untuk tambahan rasa pedas dan aroma yang menyenangkan merupakan elemen mengejutkan lainnya.

Pengolahan Ala Jepang

Jangan salah, Saikai membuat ramen yang membutuhkan waktu dan proses yang sama. Seperti yang Anda temukan di toko ramen terbaik di Jepang. Kaldu gyukotsu Saikai membutuhkan waktu 30 jam dan daging iga pendek diatasnya, dimasak dengan suhu rendah selama 72 jam. Kaldu untuk ramen shoyu tonkotsu Saikai ini membutuhkan waktu 24 jam. Sedangkan kaldu ayamnya sendiri membutuhkan waktu 16 jam.

Saikai juga menyajikan mazemen, yang merupakan ramen tanpa kaldu. Hidangan pembuka gorengan jagung di Saikai terinspirasi oleh bagaimana Han “tumbuh besar dengan makan jagung di jalanan”. Di Los Angeles gorengan elote dengan cotija, crema, jalapeños, bawang, dan daun ketumbar memiliki cita rasa pinggir jalan. Tetapi mereka juga menyediakan gorengan jagung Indonesia yang dibuat oleh adik ipar Han untuk keluarganya. Adik ipar Han berasal dari Indonesia, disana gorengan jagung juga cukup popuper.

Anda juga bisa menemukan kroket kentang yang masih panas di toko roti Porto yang populer di Kuba. Tetapi kroket ini dilengkapi dengan saus katsu di sampingnya. Kepiting sedang musim baru-baru ini, jadi Saikai juga memasukkan kepiting ke dalam kroket. Iki juga dengan cekatan menambah ide tentang menu-menu di restoran ramen. “Aku orang Jepang, tapi restoran ini pasti lahir di Los Angeles” kata Masato.

Rasa Otentik Jepang

Hal yang paling otentik pada Iki adalah keinginannya untuk bereksperimen dengan menu andalan yang berbeda.

“Saya berasal dari industri sushi, dan persaingan menu sushi lebih ketat” kata Masato. “Tapi resep ramen di Jepang, rasanya sangat bebas di sana. Mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan. Secara pribadi, saya perlu kelonggaran dalam beberapa cara untuk melakukan sesuatu”.

Iki didirikan oleh Masato dan tiga mitra lainnya yang berasal dari Indonesia. Jeffry Undiarto (manajer umum dan direktur anggur dari kaiseki). Sabastian Karyadi (yang memiliki restoran Ramen Nagomi di New Jersey), dan Andy Juliady yang merupakan pemasok makanan laut. Iki mengolah Uni(Olahan bulu babi) dengan resepnya sendiri di Mazemen . Iki juga memiliki menu makanan izakaya yang sempurna untuk dipasangkan dengan bir, anggur, atau sake. Anda dapat memesan gyoza, roti gulung, mangkuk nasi, dan hidangan gabungan burrata segar dengan salmon. Ya, tidak apa-apa untuk mencampurkan keju dan makanan laut. Es krim shio koji buatan rumah merupakan pilihan hidangan penutup yang luar biasa. Iki bahkan menawarkan paket menu lengkap seharga $70 yang sudah termasuk hidangan seperti kerang Hokkaido. Dengan uni(olahan bulu babi), jamur shiitake, dan saus dashi truffle-mentega.

Makanan Jepang Sangat Populer Disini

Kerumunan di Iki pada Rabu malam baru-baru ini membuat kami bertanya-tanya. Apakah kami berada di drop sneaker di Fairfax Avenue bukannya mal di Koreatown?. Mengingat semua pakaian streetwear dan perhiasan scenester-chic di ruangan. Tamu yang beragam mungkin juga rombongan Post Malone bersama para pemeran Insecure. Ada sebuah meja berisi empat tamu penuh gaya yang semuanya memesan roti gulung dan ramen. Sebelum mendiskusikan apakah mereka harus diminta selesai sebelum pukul 10 malam, pemesanan di teras Chateau Marmont sudah membludak. Ada semacam remaja Korea yang menyukai makanan yang sama, mengingat ketika Tacos 1986 berdiri di jalanan lingkungan itu. Setiap restoran di Silver Lake atau Venice akan senang memiliki energi yang ada di Iki pada hari Rabu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *